(Bandung – Notarynews) Sebanyak 1.400 penonton memadati Cornerstone Auditorium, Paskal Hyper Square, Bandung, pada 17 Desember 2025, dalam konser Juicy Luicy bertajuk LIGHT OF LEGACY. Antusiasme penonton yang membludak membuat konser ini terasa istimewa sejak awal. Tak sekadar suguhan musik, konser ini menjadi bagian dari upaya penggalangan Dana Abadi Pendidikan Universitas Padjadjaran (UNPAD).

Konser LIGHT OF LEGACY diselenggarakan oleh Ikatan Keluarga Alumni Notariat Universitas Padjadjaran (IKANO UNPAD) Bandung sebagai bentuk kontribusi nyata alumni terhadap keberlanjutan pendidikan di almamater. Perhelatan ini menghadirkan kolaborasi antara dunia seni dan dunia akademik, sekaligus mengajak masyarakat luas untuk berpartisipasi dalam gerakan kepedulian terhadap masa depan mahasiswa UNPAD.
Ketua Umum IKANO UNPAD, Dr. Ranti Fauza Mayana,SH dalam wawancaranya dengan NotaryNews di sela-sela acara menegaskan bahwa kegiatan endowment fundraising merupakan agenda tahunan IKANO UNPAD. Menurut Ranti, pengumpulan dana abadi ini merupakan wujud rasa cinta, bakti, dan kepedulian alumni terhadap almamater, serta kontribusi nyata untuk masa depan UNPAD.

Ranti menjelaskan, selama lima tahun berturut-turut, IKANO UNPAD secara konsisten menginisiasi dan menyelenggarakan berbagai kegiatan penggalangan dana abadi. Sinergi antara alumni dan institusi dinilai sebagai langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan program pendidikan, termasuk beasiswa, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.
Atas konsistensi tersebut, IKANO UNPAD memperoleh apresiasi berupa penghargaan “Endowment Award” pada ajang Unpad Innovation and Business Summit (UIBS) 2025. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kontribusi berkelanjutan alumni Notariat UNPAD terhadap almamater tercinta.

Pada malam LIGHT OF LEGACY, pesan kepedulian IKANO UNPAD tersebut disampaikan melalui konser harmoni musik Juicy Luicy. Konser amal ini menjadi simbol komitmen berkelanjutan alumni dan masyarakat luas terhadap UNPAD, sekaligus menunjukkan bahwa kepedulian terhadap pendidikan dapat disampaikan melalui pendekatan kreatif yang relevan dengan generasi muda.
Penampilan Juicy Luicy sukses menyihir penonton yang didominasi kaum muda, khususnya perempuan. Banyak joblowati tampak larut dan terpesona oleh lantunan suara Julian Kaisar, yang akrab disapa Julius Caesar, melalui lagu-lagu bertema jatuh cinta, kekecewaan, dan sakit hati. Para penonton bernyanyi bersama dan hanyut dalam suasana emosional yang tercipta sepanjang konser.
Saat ini, Juicy Luicy diperkuat oleh lima personel inti, yakni Julian Kaisar (vokal), Denis Ligia (gitar), Zam Zam Y. M. (saksofon), Gilang Kurniawan (trombon), dan Dwi Nugroho (drum). Gelvi Gelvian juga kerap bergabung sebagai vokal latar, memperkaya warna musikal dalam setiap penampilan mereka.
Yang paling bermakna, seluruh hasil penjualan tiket konser LIGHT OF LEGACY disumbangkan sepenuhnya untuk Dana Abadi Pendidikan UNPAD, yang diperuntukkan bagi mahasiswa UNPAD, khususnya dari kalangan kurang mampu. Dengan kehadiran para penggemar Juicy Luicy, para penonton tidak hanya menikmati hiburan, tetapi juga turut berkontribusi langsung terhadap keberlangsungan pendidikan dan masa depan mahasiswa UNPAD.
Melalui konser amal LIGHT OF LEGACY, IKANO UNPAD menegaskan bahwa kepedulian terhadap almamater tidak berhenti pada nostalgia, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang berkelanjutan.
Harmoni musik Juicy Luicy malam itu menjadi pengingat bahwa di balik setiap nada dan lirik, tersimpan harapan bagi masa depan pendidikan. Sebuah legacy cahaya—yang tidak hanya menerangi panggung konser, tetapi juga membuka jalan bagi mahasiswa UNPAD untuk terus melangkah, belajar, dan bermimpi. (Pramono)