(Jakarta, Notarynews) Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP INI) Amriyati Amin, SH, MH kepada Notarynews di Kantor Sekretariat Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indoneia (PP INI) menegaskan bahwa keputusan Rapat Pleno Pengurus Pusat Yang Diperluas (RP3YD) sekaligus Pra Kongres yang diselenggarakan pada 15 – 17 April 2026 di Batam telah menyelesaikan tahapan verifikasi bakal calon Ketua Umum PP INI dan Dewan Kehormatan Pusat (DKP). Hasil verifikasi tersebut selanjutnya diserahkan kepada Steering Committee (SC) sebagai bagian dari tahapan penyelenggaraan Kongres XXV INI.
Berdasarkan hasil verifikasi sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), hanya Dr. H. Irfan Ardiansyah, S.H., LL.M., Sp.N. yang memenuhi syarat dukungan minimal 50 persen ditambah satu dari seluruh Pengurus Wilayah (Pengwil). Dengan demikian, Kongres XXV akan diikuti oleh calon tunggal Ketua Umum PP INI.

Sementara itu, untuk Dewan Kehormatan Pusat, hanya tiga nama yang memenuhi persyaratan dukungan, yakni Ismiati Dwi Rahayu, SH, Dr . Hapendi Harahap, SH, MH dan Risbert S. Sulaeman, SH, MH. Ketiga nama tersebut kemudian disampaikan kepada Steering Committee untuk diproses sesuai mekanisme organisasi. Adapun mekanisme pelengkapan komposisi DKP yang berjumlah sembilan orang akan diputuskan dalam forum Kongres sesuai ketentuan AD/ART.
Menurut Sekretaris Umum, Amriyati Amin SH, MH didampingi Bendahara Umum PP INI, Dr. Erni Kencanawati, SH, SpN dan kondisi calon tunggal tidak boleh dimaknai sebagai berkurangnya arti penting Kongres. Justru sebaliknya, Kongres merupakan forum tertinggi organisasi yang berlangsung setiap empat tahun sekali dan menjadi ruang bagi seluruh anggota untuk menentukan arah organisasi ke depan.
“Kami berharap rekan-rekan media turut membantu menyampaikan pesan ini kepada seluruh anggota. Jangan sampai muncul anggapan bahwa karena Ketua Umum hanya memiliki satu calon, maka Kongres menjadi tidak menarik. Justru inilah momentum bagi anggota untuk hadir, menyampaikan gagasan, kritik, dan usulan bagi kemajuan organisasi,” ujarnya.
Ia mengakui, sepanjang pengalamannya menjadi notaris, baru kali ini Kongres INI berlangsung dengan calon tunggal Ketua Umum. Namun menurutnya, dinamika organisasi tetap berjalan karena masih terdapat agenda strategis lainnya, termasuk pembahasan berbagai kebijakan organisasi dan mekanisme Dewan Kehormatan Pusat.
PP INI, lanjutnya, berkomitmen menampung seluruh aspirasi anggota. Berbagai masukan yang berkembang, baik melalui forum resmi maupun media sosial, akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan organisasi dengan tetap mengedepankan kepentingan yang memberikan manfaat terbesar bagi anggota dan organisasi.
Persiapan Kongres Capai Sekitar 70 Persen
Disingung mengenai mengenai kesiapan penyelenggaraan Kongres XXV, Notaris Jakarta Selatan ini menjelaskan bahwa Steering Committee telah terbentuk secara lengkap beserta seluruh perangkat pendukungnya, mulai dari tim verifikasi, tim pemilihan hingga tim pengawas. Koordinasi dengan Organizing Committee (OC) juga terus dilakukan secara intensif.
Lokasi penyelenggaraan telah ditetapkan di Padma Hotel Semarang sebagai lokasi utama pelaksanaan Kongres XXV Ikatan Notaris Indonesia (INI) yang dijadwalkan berlangsung di Jawa Tengah pada Oktober 2026 mendatang. Persiapan acara ini, menurut laporan per Juli 2026, telah mencapai 70%. Ditegaskan Amriyati, Padma Hotel, dengan dukungan sejumlah hotel lain sebagai akomodasi peserta. Pengurus Wilayah Jateng selaku tuan rumah bahkan telah beberapa kali melakukan survei lokasi untuk memastikan seluruh kebutuhan teknis dapat dipenuhi.
Menurutnya, salah satu perhatian utama panitia adalah menjaga biaya pendaftaran tetap terjangkau di tengah kondisi ekonomi saat ini. Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, akhirnya disepakati biaya yang lebih rendah dibandingkan penyelenggaraan kegiatan serupa sebelumnya di Bali, bahkan berada di bawah kisaran Rp 2 juta, agar tidak memberatkan peserta dan mendorong semakin banyak notaris hadir dalam Kongres.
Untuk substansi materi Kongres, panitia sengaja belum menetapkannya secara final. Sejumlah isu terupdate memang telah disiapkan, antara lain mengenai persekutuan perdata notaris, laporan tahunan, serta berbagai perkembangan regulasi kenotariatan terkini Namun materi tersebut masih akan disesuaikan dengan dinamika yang berkembang, termasuk kemungkinan memasukkan isu aktual seperti implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2026 mengenai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Kami ingin materi Kongres benar-benar relevan dengan kebutuhan anggota. Topik yang secara akademik sangat baik belum tentu menjadi kebutuhan seluruh peserta. Karena itu kami akan mengombinasikan isu-isu strategis nasional dengan persoalan yang dihadapi notaris di berbagai daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan, kebutuhan notaris di daerah perkotaan sering kali berbeda dengan kebutuhan notaris di daerah lain. Oleh karena itu, penyusunan materi akan mempertimbangkan keseimbangan antara isu-isu strategis dan persoalan praktis yang dihadapi anggota di lapangan. Hingga saat ini, persiapan penyelenggaraan Kongres XXV diperkirakan telah mencapai sekitar 70 persen.
UKEN Berpeluang Digelar Bersamaan dengan Kongres
Dalam kesempatan tersebut juga Sekretaris PP INI menyampaikan soal wacana untuk menyinergikan pelaksanaan Ujian Kode Etik Notaris (UKN) periode Oktober dengan rangkaian Kongres XXV.
Gagasan tersebut berasal dari Ketua Umum PP INI sebagai upaya menghadirkan kegiatan yang lebih efektif dan memberikan pembekalan kepada para Anggota Luar Biasa (ALB). Namun demikian, pelaksanaan UKN merupakan kewenangan Dewan Kehormatan Pusat sehingga keputusan akhirnya tetap berada pada DKP.
Saat ini, lanjut Amriyati pembahasan masih berlangsung secara informal. Salah satu pertimbangan utama adalah kesiapan sumber daya manusia serta lokasi penyelenggaraan agar pelaksanaan UKN dan Kongres dapat berjalan secara optimal tanpa membebani peserta, khususnya para ALB.
Sekretaris Umum juga menyinggung hasil UKEN sebelumnya, yang menunjukkan masih cukup banyak peserta belum berhasil lulus, termasuk pada tahap remedial. Kondisi tersebut diperkirakan akan meningkatkan jumlah peserta UKEN pada periode Oktober mendatang sehingga membutuhkan persiapan yang lebih matang. (Pramono)