IKANO UNPAD dan Majelis Taklim Al-Hijrah Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim, Angkat Tema “Beribadah Dengan Cinta”

(BANDUNG – NOTARYNEWS) Ikatan Keluarga Alumni Notariat Universitas Padjadjaran (IKANO UNPAD) bekerja sama dengan Majelis Taklim Al-Hijrah menyelenggarakan kegiatan Buka Puasa Bersama Anak Yatim dan Bakti Sosial dengan menghadirkan pendakwah Handy Bonny. Kegiatan bertema “Beribadah Dengan Cinta” tersebut digelar pada Kamis, 5 Maret 2026 pukul 15.00–18.00 WIB di Ballroom Hotel Aryaduta Bandung.

Acara ini dihadiri sejumlah tokoh organisasi kenotariatan, antara lain Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia, Dr. H. Irfan ArdiansyahSH,SDH, LLm. Sp.N Ketua Pengurus Wilayah Jawa Barat Ikatan Notaris Indonesia, Dr. H. Dhoddy AR Widjajaatmadja, SH, SpN, Ketua Pengwil Jawa Barat Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah, Syamsuri, SH, MKn, Ketua Ikatan Alumni Kenotariatan Universitas Indonesia, Dr. Meggy Tri Buana Tunggal Sari, S.H., M.Kn dan Perwakilan Pengurus IKANOT Airlangga serta Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (IKA FH UNPAD) periode 2024–2027, Dr. M. Agus Imanuddin, S.H., M.Si.

Ketua Umum IKANO UNPAD, Dr. Ranti Fauza Mayana, SH foto bersama dengan para tamu undangan.
Ketua Umum IKANO UNPAD, Dr. Ranti Fauza Mayana, SH foto bersama dengan para tamu undangan.

Hadir pula beberapa pejabat daerah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Jawa Barat, Asep Sutandar, Perwakilan Kepala BPN, Wakil Dekan Dua FH UNPAD, Dr Anita Afriana, SH, MH, para Guru Besar FH UNPAD dan beberapa tamu penting lainnya.

Ketua Umum IKANO UNPAD, Ranti Fauza Mayana, dalam sambutannya yang didampingi Ketua Panitia menyampaikan bahwa tema “Beribadah dengan Cinta” mengajak umat Islam untuk memaknai ibadah bukan sekadar sebagai ritual keagamaan, melainkan sebagai perjalanan transformasi diri yang dilandasi rasa cinta kepada Allah SWT.

Ketua IKANO UNPAD saat memberikan sambutan didampingi Ketua Panitia Acara
Ketua IKANO UNPAD saat memberikan sambutan didampingi Ketua Panitia Acara

Menurutnya, ibadah yang dilakukan dengan cinta akan menghadirkan kedalaman makna dalam setiap amalan yang dijalankan, terlebih di bulan suci Ramadan.

“Ibadah bukan hanya serangkaian ritual yang harus ditunaikan, tetapi merupakan proses transformasi diri, dimana hati kita diisi dengan rasa rindu dan kasih sayang kepada Sang Pencipta,” ujar Ranti.

Personil Paduan Suara IKANO UNPAD
Personil Paduan Suara IKANO UNPAD

Ia mencontohkan, ketika seseorang menunaikan salat, setiap gerakan dan bacaan tidak lagi sekadar rutinitas, tetapi menjadi ungkapan kerinduan dan penghambaan yang tulus antara hamba dengan Tuhannya. Demikian pula ketika membaca ayat suci Al-Qur’an, setiap lantunan ayat merupakan bentuk pencarian petunjuk dan kedekatan dengan firman Allah.

Sementara itu, ibadah puasa yang dijalankan selama satu bulan penuh, lanjutnya, juga merupakan bentuk pengorbanan yang dilandasi cinta. Menahan lapar, dahaga, serta mengendalikan hawa nafsu bukan dilakukan karena paksaan, melainkan sebagai bentuk penghambaan yang tulus kepada Allah SWT.

“Puasa yang dijalankan dengan cinta akan membersihkan hati dan membawa kita semakin dekat kepada Allah SWT,” tuturnya.

Ranti juga menekankan bahwa cinta dalam ibadah tidak hanya tercermin dalam hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga dalam kepedulian terhadap sesama. Kebersamaan dalam kegiatan berbuka puasa bersama, menurutnya, merupakan wujud nyata rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

“Berbagi kebahagiaan, saling menyapa, menjaga tali silaturahmi, dan menciptakan suasana hangat merupakan bagian dari ibadah yang dilakukan dengan penuh cinta,” katanya.

Ia berharap kegiatan yang dihadiri para alumni, organisasi profesi, serta anak-anak dari panti asuhan tersebut dapat menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan sekaligus menghadirkan keberkahan bagi semua pihak yang terlibat.

Menutup sambutannya, Ranti mengajak seluruh hadirin untuk memanfaatkan sisa hari-hari di bulan Ramadan sebagai momentum menumbuhkan cinta kepada Allah SWT, kepada sesama manusia, serta cinta untuk terus beribadah dan berbuat kebaikan.

“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita di bulan suci Ramadan ini dan menjadikan kita sebagai hamba-Nya yang senantiasa beriman dan bertakwa,” pungkasnya.

Tausiyah Ustadz Handy Bony didampingi moderator Kang Pupi Rahman
Tausiyah Ustadz Handy Bony didampingi moderator Kang Pupi Rahman

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari Handy Bonny yang mengangkat tema “Beribadah Dengan Cinta”. Dalam tausiyahnya, Handy Bonny menekankan bahwa ibadah yang dilandasi cinta akan menghadirkan rasa nikmat dan kerinduan dalam beribadah. Menurutnya, banyak orang menjalankan ibadah hanya sebagai kewajiban, sehingga terkadang terasa berat dan mudah ditinggalkan.

“Ibadah jangan hanya karena kewajiban atau karena takut, tetapi karena cinta kepada Allah. Ketika seseorang mencintai Allah, ia akan merindukan shalat, menikmati membaca Al-Qur’an, dan merasa tenang ketika berdoa,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa cinta kepada Allah akan mendorong seseorang untuk lebih sabar dalam menjalani ujian hidup dan lebih ringan dalam melakukan kebaikan. Dengan cinta, ibadah tidak lagi terasa sebagai beban, melainkan sebagai kebutuhan spiritual yang membawa kedamaian.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut kemudian ditutup dengan doa bersama dan berbuka puasa bersama anak-anak yatim. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat nilai kepedulian sosial sekaligus mempererat silaturahmi antara alumni kenotariatan, organisasi profesi, dan masyarakat.

Acara ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama anak-anak yatim dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. (Pramono)

Foto : Dokumen IKANO UNPAD (by Oka) 

Releated Posts

Follow Us Social Media

ADVERTISMENT

Are You Ready to Explore the Renewed JupiterX with Advanced User Experience?

Trending Posts

Recent Posts

ADVERTISMENT