Tak Hanya Mengejar IPK, Amanah Menempa Diri

(Notarynews, Semarang) IPK 3,91 mengantarkannya menjadi penerima Beasiswa Prestasi 2026 dengan capaian akademik tertinggi. Tapi kehidupan Amanah Putri Handayani selama menjadi mahasiswa bukan hanya berkutat dengan buku dan ruang kuliah. Ia memimpin organisasi, mengikuti ajang duta kampus, hingga magang di kantor notaris dan BPN.

Angka 3,91 mungkin menjadi hal pertama yang menarik perhatian dari perjalanan akademik Amanah Putri Handayani. Nilai itu mengantarkannya lulus dengan predikat cum laude dari Fakultas Hukum Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), sekaligus menempatkannya sebagai penerima Beasiswa Prestasi 2026 dengan IPK tertinggi.

Namun, ada cerita lain di balik angka tersebut. Selama menjadi mahasiswa pada 2022–2025, Amanah bukan tipe mahasiswa yang hanya menghabiskan waktu di ruang kuliah atau berkutat dengan buku. Ia justru aktif mengikuti berbagai kegiatan kemahasiswaan. Pernah menjadi Duta Favorit Fakultas Hukum, melaju sebagai finalis Duta Kampus Unissula, hingga dipercaya menduduki posisi Sekretaris Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum.

Kesibukan itu belum termasuk pengalaman magang di kantor Notaris dan PPAT, Polrestabes Semarang, serta Kantor ATR/BPN Kabupaten Demak. Bagi perempuan kelahiran Demak ini, masa kuliah tampaknya menjadi kesempatan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin pengalaman. Ia tidak hanya ingin memahami hukum melalui teori, tetapi juga mengenali bagaimana pengetahuan itu diterapkan dalam pekerjaan dan kehidupan masyarakat.

Pengalaman tersebut menjadi bekal ketika ia memutuskan melanjutkan pendidikan ke Magister Kenotariatan Unissula melalui Beasiswa Prestasi 2026.

Belajar Memimpin dari Organisasi

Perjalanan Amanah dalam organisasi dimulai ketika ia aktif mengikuti kegiatan Fakultas Hukum. Pada 2023, ia terpilih sebagai Duta Favorit Fakultas Hukum dan berhasil melangkah menjadi finalis Duta Kampus Unissula. Pengalaman itu memberinya ruang untuk mengembangkan kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, serta berinteraksi dengan lingkungan kampus yang lebih luas.

Setahun kemudian, tanggung jawabnya semakin besar. Ia dipercaya menjadi sekretaris umum kepanitiaan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa dan Pekan Perkenalan Mahasiswa. Pengalaman tersebut kemudian berlanjut ketika ia menjabat Sekretaris Umum BEM Fakultas Hukum periode 2024–2025.

Jabatan sekretaris umum bukan sekadar posisi struktural. Ada pekerjaan administratif yang harus diselesaikan, komunikasi antarpengurus yang perlu dijaga, serta berbagai dokumen yang harus disusun dan dikelola secara tertib.

Keterampilan semacam itu memiliki kedekatan dengan pekerjaan seorang notaris. Ketelitian menyusun surat, memeriksa kelengkapan dokumen, mengelola arsip, dan memastikan administrasi berjalan sesuai prosedur merupakan bagian dari pekerjaan yang membutuhkan kecermatan.

Amanah memperoleh pengalaman belajar yang tidak selalu ditemukan di ruang perkuliahan. Organisasi mengajarkannya tentang tanggung jawab, koordinasi, dan bagaimana sebuah keputusan harus dijalankan bersama.

Mengenal Dunia Notaris Sejak Mahasiswa

Ketertarikan Amanah terhadap dunia kenotariatan juga tidak muncul secara tiba-tiba. Pada Agustus–September 2023, ia menjalani magang sebagai staf administrasi di sebuah kantor Notaris dan PPAT. Di sana, ia membantu menyusun, memeriksa, dan mengarsipkan akta notaris serta dokumen pertanahan.

Pengalaman tersebut memberinya gambaran awal mengenai pekerjaan seorang notaris dan PPAT. Dunia yang selama ini lebih banyak dikenalnya melalui teori perkuliahan ternyata menuntut ketelitian dan tanggung jawab dalam setiap proses penanganan dokumen.

Ia kemudian memperoleh pengalaman lain di Polrestabes Semarang pada Januari–Februari 2024 sebagai staf analisis data. Tugasnya mencakup pengolahan data operasional untuk bahan laporan, pemantauan informasi melalui command center, serta keterlibatan dalam pelayanan publik.

Sejak 2026, pengalaman lapangannya berlanjut melalui magang di Kantor ATR/BPN Kabupaten Demak. Di lembaga tersebut, ia semakin dekat dengan persoalan agraria dan tata ruang, bidang yang memiliki hubungan erat dengan pekerjaan notaris dan PPAT.

Rangkaian pengalaman itu menjadi bekal tersendiri ketika ia memutuskan melanjutkan pendidikan ke Magister Kenotariatan.

 

Dari Cum Laude Menuju Cita-Cita Profesional

Di tengah berbagai aktivitas akademik, organisasi, dan magang, Amanah tetap mampu menjaga prestasi perkuliahannya. Pada 18 November 2025, ia menyelesaikan pendidikan sarjana dengan predikat cum laude dan IPK 3,91. Capaian tersebut menjadi IPK tertinggi di antara para penerima Beasiswa Prestasi 2026. Kemampuannya juga dilengkapi penguasaan bahasa Inggris. Pada September 2026, ia memperoleh skor TOEFL ITP 497 dengan level B1.

Kini, melalui Beasiswa Prestasi 2026, Amanah memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke Magister Kenotariatan Unissula. Kesempatan tersebut dipandangnya bukan sekadar jalan untuk memperoleh gelar tambahan, melainkan bagian dari persiapan menuju profesi yang diinginkannya.

Ia memiliki pandangan bahwa pendidikan merupakan proses panjang yang harus terus dijalani. Karena itu, setelah menyelesaikan pendidikan magister, ia berencana meniti karier sebagai notaris melalui tahapan profesional yang diperlukan. Ia juga memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Ada satu pesan yang menjadi pegangan hidupnya: “Jangan terlalu lama menoleh ke belakang, karena di hadapanmu ada kehidupan yang layak untuk dijalani.”

Kalimat tersebut seolah menggambarkan cara Amanah memandang setiap pencapaian. Prestasi bukan alasan untuk berhenti, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh. IPK 3,91 memang menjadi angka yang membanggakan. Namun, pengalaman memimpin organisasi, mengelola administrasi, mengenal praktik kenotariatan, dan memahami pelayanan publik adalah bekal yang tidak kalah penting.

Kini, tantangannya bukan lagi sekadar mempertahankan nilai akademik. Ia harus membuktikan bahwa pengetahuan dan pengalaman yang telah dikumpulkan dapat tumbuh menjadi kompetensi profesional.

Bagi Putri, menjadi notaris bukan hanya soal kecakapan memahami hukum dan membuat akta. Di dalamnya ada kepercayaan, tanggung jawab, dan integritas yang harus dijaga. (Pramono)

Releated Posts

Follow Us Social Media

ADVERTISMENT

Are You Ready to Explore the Renewed JupiterX with Advanced User Experience?

Trending Posts

Recent Posts

ADVERTISMENT