(Surabaya – Notarynews) Nama Dr. Habib Adjie, S.H., M.Hum. telah menjadi bagian penting dalam perkembangan ilmu kenotariatan di Indonesia. Melalui puluhan buku, artikel ilmiah, serta pemikiran-pemikiran hukumnya, ia tidak hanya dikenal sebagai akademisi dan praktisi hukum, tetapi juga sebagai salah satu figur yang turut membentuk arah perkembangan kenotariatan modern di Indonesia.
Dedikasi panjang tersebut mendapat apresiasi dalam kegiatan Inagurasi dan Bedah Buku Mahakarya 65 Tahun Perjalanan Pengabdian Dr. Habib Adjie, S.H., M.Hum. yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Magister Kenotariatan Universitas Narotama (IKANOTAMA), Sabtu (6/6/2026), di Selasar Gedung E Universitas Narotama Surabaya.
Mengusung tema “Berkarya untuk Negeri”, kegiatan ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan pengabdian Dr. Habib Adjie dalam membangun tradisi keilmuan, mencetak generasi notaris, serta menjaga marwah profesi kenotariatan melalui karya-karya akademiknya.

Ketua Panitia Pelaksana, Manik Lingkar Katulistiwi, S.H., M.Kn., mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa acara diikuti oleh 132 peserta yang terdiri dari alumni IKANOTAMA, mahasiswa, notaris, PPAT, akademisi, dan para tamu undangan.
“Saya bersyukur bisa menjadi bagian kecil dari perjalanan panjang guru saya, Dr. Habib Adjie, S.H., M.Hum. Semoga acara ini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang hadir,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IKANOTAMA, Amadeo Tito Sebastian, S.H., M.Kn., menyampaikan penghargaan yang tinggi atas dedikasi Dr. Habib Adjie yang selama ini tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga mentor dan inspirator bagi banyak notaris di Indonesia.
Menurutnya, integritas dan keteguhan prinsip yang selalu diajarkan Dr. Habib Adjie menjadi bekal penting bagi para notaris dalam menjalankan profesinya.
“Beliau selalu mengajarkan agar notaris berani menjaga integritas dan tidak takut menolak klien yang berindikasi bermasalah. Nilai-nilai itu sangat membekas bagi kami,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa di usia ke-65 tahun, Dr. Habib Adjie telah melahirkan ratusan karya ilmiah dan membimbing banyak generasi notaris yang kini tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
“Atas nama IKANOTAMA, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian, pengorbanan, dan keteladanan beliau. Semoga terus berkarya dan menginspirasi generasi berikutnya,” katanya.
Bagi banyak kalangan, Dr. Habib Adjie bukan sekadar seorang akademisi. Ia adalah sosok yang menjadikan ilmu pengetahuan sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat, profesi, dan negara. Karena itu, peringatan 65 tahun ini tidak hanya menjadi penghormatan kepada pribadi beliau, tetapi juga penghargaan terhadap semangat berkarya dan berbagi ilmu yang selama ini ditunjukkannya.

Menariknya, Habib Adjie dalam sambutannya mengaku bahwa seluruh gagasan acara tersebut berasal dari para alumni dan sahabat-sahabatnya. “Acara ini sepenuhnya ide teman-teman. Mau dibuat seperti apa, silakan saja. Saya hanya duduk manis. Terima kasih kepada IKANOTAMA yang telah menggagas kegiatan ini.”
Ucapan itu kembali menunjukkan karakter Habib Adjie yang rendah hati. Di balik puluhan buku, ribuan mahasiswa, dan berbagai forum ilmiah yang pernah diikutinya, ia tetap memandang dirinya sebagai seorang pembelajar yang terus berkarya.
Perjalanan hidup membuktikan bahwa pengabdian kepada profesi tidak selalu diwujudkan melalui jabatan atau kekuasaan. Kadang-kadang, pengabdian terbesar justru lahir dari sebuah meja kerja sederhana, dari lembar demi lembar tulisan, dan dari kesediaan untuk terus berbagi ilmu kepada generasi berikutnya.
Karena bagi Habib Adjie, profesi adalah amanah, ilmu adalah cahaya, dan karya adalah jejak yang akan terus hidup melampaui usia.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Narotama yang diwakili Ketua Program Studi Magister Kenotariatan, Dr. Nindya Fatmawati Oktarina, S.H., M.H., turut menyampaikan apresiasi dan rasa hormatnya kepada Dr. Habib Adjie.
“Secara pribadi saya mengagumi beliau. Semoga Pak Habib selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih atas kontribusi besar yang telah diberikan bagi Program Magister Kenotariatan Universitas Narotama,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Narotama yang diwakili Wakil Rektor I, Dr. M. Saleh, S.H., M.H., menilai kegiatan tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar agenda kampus.
“Hari ini bukan hanya kegiatan Universitas Narotama, tetapi kegiatan yang memiliki nilai nasional. Sosok Dr. Habib Adjie telah menunjukkan bagaimana karya tulis dan buku dapat menjadi kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu hukum di Indonesia,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini tidak kurang dari 90 buku karya Dr. Habib Adjie telah diterbitkan dan menjadi rujukan di kalangan akademisi maupun praktisi hukum.
Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menjadi tantangan baru bagi dunia kenotariatan. Karena itu, pendidikan tinggi hukum harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tanpa mengabaikan prinsip-prinsip dasar profesi.
“Notaris ke depan harus semakin selektif dan cermat dalam menjalankan kewenangannya. Kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan integritas dan kompetensi,” tegasnya.

Acara tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua Pembina Yayasan Pawiyatan Gita Patria Yatiningsih Madjid, S.H., M.H., Ketua Pengurus Wilayah Jawa Timur Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Dr. Sri Wahyu Jatmikowati, S.H., M.H., AIIArb, serta Ketua Pengurus Wilayah Jawa Timur Ikatan Notaris Indonesia (INI) Dr. Isy Karimah Syakir, S.H., M.Kn., M.H., AIIArb.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi bedah buku yang menghadirkan para akademisi dan praktisi kenotariatan sebagai elaborator, yakni Dr. Hatta Isnaini Wahyu Utomo, S.H., M.Kn., AIIArb., Dr. Arini Jauharoh, S.H., M.Kn., Dr. Michael Wenata Delafare, S.H., M.Kn., dan Amadeo Tito Sebastian, S.H., M.Kn., dengan moderator Manik Lingkar Katulistiwi, S.H., M.Kn.
Selain menjadi forum diskusi ilmiah mengenai pemikiran dan karya-karya Dr. Habib Adjie, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi alumni Magister Kenotariatan, notaris, PPAT, mahasiswa, dan insan hukum yang selama ini mengikuti perkembangan pemikiran beliau.
Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta, panitia turut menyediakan buku karya Dr. Habib Adjie secara cuma-cuma bagi 100 pendaftar pertama. Di usia ke-65 tahun, Habib Adjie menunjukkan bahwa pengabdian seorang akademisi tidak berhenti di ruang kelas atau meja kerja. Melalui karya, pemikiran, dan keteladanan, ia terus meninggalkan jejak intelektual yang menjadi inspirasi bagi perkembangan kenotariatan Indonesia. (Pramono)