Skip to content

266 Peserta Ikuti Seminar dan Pelatihan NPAK Di Bandung

(Bandung – Notarynews) Bertempat di Grandia Hotel Jalan Cihampelas No. 80-82 Kota Bandung, Pengurus Wilayah Jawa Barat Ikatan Notaris Indonesia (Pengwil Jabar INI) bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM menggelar Seminar dan Pelatihan NPAK yang mengangkat tema besar “Peran Serta Notaris Dalam Pengembangan dan Kemajuan Koperasi di Indonesia”.

Hadir pada acara ini Ketua PP INI yang diwakili oleh Dr. Ane Gunadi, SH, MKn, selaku Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri, Ketua Pengwil Jabar INI, Dr. H. Irfan Ardiansyah, SH, LLm, Sp.N, Ketua Umum Ikano Unpad, Dr. ranti fauza Mayanan, S.H, Ketua Dewan Kehormatan Wilayah Jawa Barat, Ikatan Notaris Indonesia, Dr. Yenny Mariani Respati, S.H, MH

Dihadirkan sebagai pembicara Dr. Dewy Tenty Septiani, S. H, MKn, MH (Notaris – PPAT Jakarta Utara), Direktur Teknologi Informasi Direktorat Jenderal AHU, Kementerian Hukum dan Ham RI, Sri Yuliani, SH,MH, Asisten Deputi Pengawasan Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Suparyono, SH, MM, Kepala Bidang Kepatuhan dan Sistem Pelaporan Koperasi Kementerian Koperasi dan UKM RI, Aditya,SH, Kakanwil Dinas Koperasi dan UKM Jawa Barat, Drs. Kusmana Hartadji, M.M, dan Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah Kota Bandung, Dr. Usep Sumarno, SE, S.H, M.H.

Gita Pratiwi, SH, MKn
Gita Pratiwi, SH, MKn

Memasuki acara sambutan-sambutan, Gita Pratiwi, SH, MKn, selaku Ketua Panitia Seminar dan Pelatihan NPAK melaporkan bahwa total peserta yang mengikuti seminar dan pelatihan Notaris Pembuat Akta Koperasi hari ini adalah sebanyak 266 orang, datang dari Jawa Barat, DKI Jakarta, Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah dan daerah lainnya yang terdiri dari rekan Notaris dan Anggota Luar Bisa (ALB) Ikatan Notaris Indonesia.

Gita Pratiwi menilai seluruh peserta terlihat sangat antusias untuk mengikuti acara ini. Dalam pelaksanaan kegiatan, lanjut Gita acara dibagi dalam empat sesi yang saling berkaitan satu dengan lainnya.

“Adapun tujuan akhirnya adalah melahirkan Notaris dan calon Notaris yang dapat memberikan support dalam peranannya sebagai Pejabat Publik guna mendukung pengembangan dan kemajuan Koperasi di Indonesia. Dan Notaris memiliki peran yang signifikan, juga krusial, mengingat Notaris sebagai Pejabat Publik memiliki wewenang yang cukup luas di dalam pengesahan berbagai dokumen legal dan administrasi terkait badan hukum Koperasi,” ujar Gita.

Peran Notaris di dalam pengembangan dan kemajuan serta penguatan sektor Koperasi menurut Gita, adalah sebagai bagian dari proses administrasi badan hukum Koperasi dalam upaya menuju perbaikan ekosistem kemudahan berusaha, digitalisasi pelayanan dan business process dan memberikan rasa aman kepada masyarakat pengguna jasa koperasi dari sisi legal-administratif

Gita bersama jajaran Pengwil Jabar INI selaku panitia berharap bahwa kegiatan hari ini dapat berjalan lancar tanpa halangan dan tentunya bermanfaat bagi kita semua. Dan tak lupa Saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada rekan-rekan Panitia Pelaksana yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk kelancaran acara ini.

Dr. H. Irfan Ardiansyah, SH, LLm, Sp.N
Dr. H. Irfan Ardiansyah, SH, LLm, Sp.N

Ketua Pengwil Jabar INI, Dr. H. Irfan Ardiansyah, SH, LLm, Sp.N berharap para Anggota Luar Biasa (ALB) dan Notaris yang belum memiliki SK sebagai Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK) mendapatkan materi pengetahuan perkoperasian.

Selain itu, diharapkan para peserta juga  memahami apa itu Badan Hukum Koperasi, prinsip-prinsp koperasi, jenis usaha koperasi, modal koperasi serta tahapan persiapan dan pembentukan koperasi dan proses pembuatan akta Koperasi sampai dengan pengesahan badan hukum koperasi dengan Sistem Badan hukum online.

 

Dr. Anne Gunadi, SH, MKn, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri PP INI, menegaskan bahwa syarat utama untuk dapat ditetapkan sebagai Notaris Pembuat Akta Koperasi, Notaris tersebut harus terlebih dahulu harus mengikuti pembekalan di bidang perkoperasian dengan bukti dikeluarkannya sertifikat yang ditandatangani oleh Menteri Negara Koperasi dan UKM.

Melalui pelatihan hari ini, Anne Gunadi mengharapkan bahwa para Notaris dan ALB peserta pelatihan NPAK dapat lebih mendalami dan juga memahami sungguh-sungguh kedudukan Notaris sebagai pembuat akta koperasi sehingga terhindar dari kesalahan-kesalahan.

Selain itu, Kabid Hubungan Luar Negeri PP INI, NPAK dapat membantu memberikan penyuluhan hukum dalam rangka mendukung perkembangan koperasi kedepannya. Sehingga keterlibatan Notaris tidak sebatas dalam pembuatan akta koperasi saja, namun juga ikut peduli terhadap perkembangan koperasi kedepannya dan hal ini mata-mata untuk kemudahan dalam pelayanan hukum kepada masyarakat.

“Saya berharap NPAK selalu berkoordinasi dengan Dinas Koperasi setempat sehingga  dapat tercipta hubungan yang baik dalam rangka menumbuh tumbuh kembangan Koperasi,” imbuh Anne.

Foto bersama tamu undangan dan pembicara dengan Ketua Pengwil Jabar INI
Foto bersama tamu undangan dan pembicara dengan Ketua Pengwil Jabar INI

Selanjutnya,  Deden Firmansyah, SH, selaku Kepal Subdit Pelayanan Admunistrasi Umum Kementrrian Hukum dan Ham Jawa Barat mengingatkan agar Notaris selalu memegang teguh, amanah dan tidak berpihak demi menjamin autentitas akta yang dibuatnya.

Begitu pentingnya peran Notaris sebagai pejabat umum lanjut Deden, dalam hal pembuatan akta pendirian dan perubahan koperasi maka diharapkan selalu memegang prinsip kehati-hatian dan amanah, jujur, seksama, mandiri dan menjaga kepentingan pihak dalam perbuatan hukum karena koperasi dijadikan sebagai soko guru penopang perekonomian  nasional. ((PraM)

Releated Posts

No comment yet, add your voice below!


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *